Suryanti Sambut Baik Gerakan Nasional Migran Aman, Perkuat Solialisasi Hingga Tingkat Desa
Kebijakan

Suryanti Sambut Baik Gerakan Nasional Migran Aman, Perkuat Solialisasi Hingga Tingkat Desa

May 25, 2026 3 min read
CMS Profile
Published on May 25, 2026
Last updated: May 25, 2026
Suryanti Sambut Baik Gerakan Nasional Migran Aman, Perkuat Solialisasi Hingga Tingkat Desa

Suryanti Sambut Baik Gerakan Nasional Migran Aman, Perkuat Solialisasi Hingga Tingkat Desa

Makassar, 25 Mei 2026 – Peluncuran Gerakan Nasional Migran Aman yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan disosi...

Makassar, 25 Mei 2026 – Peluncuran Gerakan Nasional Migran Aman yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan disosialisasikan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah, mendapatkan tanggapan positif sekaligus harapan besar dari kalangan organisasi buruh migran. 

Menurut Suryanti Gani, Ketua Persatuan Buruh Migran Sulawesi Selatan, langkah ini merupakan arah yang tepat, namun perlu diimbangi dengan jangkauan yang lebih luas dan perlindungan yang menyentuh kebutuhan dasar pekerja migran.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Suryanti menilai apa yang dilakukan BP3MI Sulawesi Tengah dengan memfokuskan pada pencegahan penempatan pekerja migran secara ilegal atau nonprosedural sangat relevan. Pasalnya, kasus penipuan, pemerasan, hingga perdagangan manusia masih sering terjadi karena masyarakat tergiur janji keberangkatan cepat dan biaya murah, tanpa memahami risiko yang dihadapi.
"Kami sangat mendukung gerakan ini. 

Sudah lama kami menginginkan adanya upaya bersama antara pemerintah, kepolisian, dinas tenaga kerja dan juga organisasi masyarakat untuk menghentikan praktik ilegal ini. Di Sulawesi Selatan saja, ribuan warga setiap tahunnya berangkat lewat jalur tidak resmi, dan banyak yang akhirnya mengalami nasib buruk di luar negeri, tidak ada perlindungan, gaji tidak dibayar, hingga diperlakukan tidak manusiawi," ungkap Suryanti, Senin (24/5/2026).

Ia sependapat dengan pernyataan Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tanggung jawab bersama. Namun Suryanti mengingatkan, sosialisasi saja belum cukup. 

Edukasi harus masuk sampai ke desa-desa, daerah terpencil dan wilayah yang menjadi sumber pengiriman pekerja migran terbanyak, karena di situlah sindikat penipu paling aktif beroperasi.

"Masih banyak warga kita yang minim informasi. Mereka hanya tahu ingin bekerja dan mencari nafkah, tapi tidak tahu prosedur resmi, hak-hak mereka, maupun risiko jalur gelap. Gerakan ini harus turun ke lapangan, berdialog langsung, tidak hanya rapat di ruangan atau lewat rapat daring," tegasnya.

Selain pencegahan, Suryanti juga menekankan perlunya perhatian pada aspek perlindungan sejak keberangkatan, selama bekerja, hingga saat pulang ke tanah air. Ia berharap sinergi lintas sektor yang dibangun BP3MI Sulteng juga mencakup penyediaan layanan pendampingan, rumah aman, hingga jaminan sosial bagi pekerja migran dan keluarganya.

"Jangan hanya fokus mencegah keberangkatan ilegal, tapi juga pastikan yang berangkat secara resmi benar-benar terlindungi. Di Sulawesi Selatan, kami berharap gerakan serupa juga segera digalakkan, agar ada keseragaman langkah dan tidak ada lagi warga yang menjadi korban kejahatan penempatan tenaga kerja," tambahnya.

Menurut data yang dimiliki organisasinya, Sulawesi Selatan masih menjadi salah satu provinsi pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia, dengan jumlah yang signifikan masih berangkat lewat jalur tidak resmi. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dan keterlibatan organisasi buruh migran sangat dibutuhkan sebagai mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi yang benar.

Di akhir pernyataannya, Suryanti berharap Gerakan Nasional Migran Aman ini berkelanjutan, tidak berhenti setelah pencanangan saja, dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan seluruh pekerja migran Indonesia, khususnya yang berasal dari wilayah Sulawesi.

"Kami siap menjadi bagian dari gerakan ini. Mari bersama-sama wujudkan migrasi kerja yang aman, bermartabat, dan terlindungi sepenuhnya," tutup Suryanti Gani.

Related Articles